Berikut
ini 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu
seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Di mana, situs ini memuat
hasil catatan dari Harian Terbit selama Jokowi berkampanye.
1. Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan
2. Hanya 1 jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.
3. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya
4. Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.
5. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta
6. Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.
7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.
8.
Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat
dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati
Soekarnoputri, 20 September 2012)
9.
Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran
Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi
sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan
penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)
10.
Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk
menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap
kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi
dengan kanal-kanal pembuangan air.
11.
Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di
koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus.
Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas
lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.
12.
Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional
sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
13. Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.
14. Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
15.
Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan
kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD
hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5
tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29
Juni 2012).
16.
Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah
Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan,
Jakarta Utara, 15 September 2012)
17. Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
18.
Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai
dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
19. Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan
OM JOKO ,,,, Lebih baik Besar di tempat yang kecil ketimbang Kecil di tempat yang Besar.